Penumpang KMP Masagena Meninggal Dunia, Personel Pos Pam Pelabuhan Bajoe Lakukan Evakuasi

BONE  – Dalam rangka pelaksanaan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat 2026”, personel Pos Pengamanan (Pos Pam) Pelabuhan Bajoe melaporkan adanya peristiwa meninggal dunia terhadap salah seorang penumpang kapal ferry KMP Masagena rute Kolaka–Bajoe.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 sekitar pukul 22.40 WITA, bertempat di Pelabuhan Bajoe, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone.

Korban diketahui bernama Abd. Rahman (42), warga Desa Kampuno, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone. Berdasarkan informasi yang dihimpun, almarhum sebelumnya melakukan perjalanan bersama istrinya, Yuliana, serta lima orang anggota keluarga lainnya dari Pelabuhan Kolaka menuju Pelabuhan Bajoe.

Menurut kronologis kejadian, saat berada di atas kapal sekitar pukul 19.00 WITA, korban tiba-tiba mengeluhkan sakit pada bagian perut. Tidak lama kemudian, pihak keluarga melakukan pemeriksaan dan mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Setibanya di Pelabuhan Bajoe, jenazah kemudian langsung dievakuasi oleh personel Pos Pam Pelabuhan Bajoe yang dibantu oleh petugas kesehatan pelabuhan serta masyarakat setempat.

Diketahui, almarhum sebelumnya berangkat ke Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara untuk menjalani pengobatan. Setelah selesai berobat, pihak keluarga membawa almarhum kembali ke Kabupaten Bone.

Proses evakuasi jenazah dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Pelabuhan Bajoe AKP Andi Dahlan, S.Pd.I bersama Perwira Pengendali (Padal) Iptu Sakwan, S.H, serta melibatkan personel gabungan yang bertugas di Pos Pengamanan dan Pelayanan Pelabuhan Bajoe.

Kasihumas Polres Bone Iptu Rayendra Muchtar, S.H dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan penanganan secara cepat dan humanis terhadap peristiwa tersebut.

“Personel kami yang tergabung dalam Operasi Ketupat 2026 sigap membantu proses evakuasi jenazah setibanya di Pelabuhan Bajoe. Kami juga berkoordinasi dengan petugas kesehatan serta pihak keluarga untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan lancar dan penuh empati,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran personel di Pos Pam tidak hanya untuk pengamanan arus mudik dan balik, tetapi juga memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para penumpang kapal, agar selalu memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan perjalanan jauh. Jika mengalami keluhan kesehatan, segera melapor kepada petugas agar dapat segera ditangani,” tambahnya.

Situasi di Pelabuhan Bajoe secara umum tetap dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali pasca kejadian tersebut.

Laporan : K**

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *