Kapolsek Kajuara Iptu Tajuddin Jadi Pemateri pada Kegiatan MPLS SMAN 8 Bone

BONE – Kepala Polsek Kajuara, Iptu Tajuddin, hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar di Aula UPT SMAN 8 Bone, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh ratusan siswa baru dengan tema “MPLS Ramah” yang mengedepankan pengenalan lingkungan sekolah sekaligus pembinaan karakter dan kesadaran hukum.

Dalam penyampaian materinya, Iptu Tajuddin menyoroti berbagai permasalahan yang kerap terjadi di kalangan pelajar dan memberikan pemahaman mengenai dampak serta sanksi hukum yang berlaku. Ia memaparkan empat kasus yang paling sering dijumpai, antara lain:

1. Pemalakan uang: Siswa yang memaksa teman meminjam uang dengan ancaman, bahkan memeras hingga uangnya habis kalah judi;

2. Perkelahian masal: Berawal dari saling ejek dan utang judi, lalu meluas hingga melibatkan banyak orang;

3. Penyebaran berita bohong/hoaks: Menyebar informasi yang menyesatkan dan mengancam nyawa, yang kini semakin marak lewat media sosial;

4. Tindak pidana berat: Mulai dari mencuri, merampok, hingga menjual diri demi modal judi.

“Kami ingin generasi muda di SMAN 8 Bone tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memahami batasan hukum dan pentingnya menjaga nama baik diri serta sekolah. Jangan sampai kesalahan di masa muda merusak masa depan kalian,” ujar Iptu Tajuddin saat berhadapan dengan siswa.

Kegiatan ini disambut antusiasme tinggi oleh para siswa yang tampak memperhatikan dengan saksama, bahkan sesekali mengajukan pertanyaan terkait cara menghindari pergaulan bebas dan bahaya judi daring.

Kepala UPT SMAN 8 Bone menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran Polsek Kajuara. “Kehadiran Bapak Kapolsek memberikan wawasan nyata bagi siswa baru tentang pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan hukum. Semoga ilmu ini menjadi bekal berharga bagi mereka selama menempuh pendidikan di sini hingga kelak ke masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa baru SMAN 8 Bone dapat membangun pola pikir yang positif, menjauhi perilaku menyimpang, serta tumbuh menjadi pelajar yang berprestasi, berakhlak mulia, dan taat hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *